<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dithistoire.info &#187; tsunami pangandaran</title>
	<atom:link href="http://dithistoire.info/tag/tsunami-pangandaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dithistoire.info</link>
	<description>tempat berbagi dan bercerita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Sep 2009 13:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tsunamite Pangandaran itu&#8230;Berlapis-lapis!!</title>
		<link>http://dithistoire.info/geology-side/tsunamite-pangandaran-itu-berlapis-lapis/</link>
		<comments>http://dithistoire.info/geology-side/tsunamite-pangandaran-itu-berlapis-lapis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 06:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geology side]]></category>
		<category><![CDATA[2006]]></category>
		<category><![CDATA[paleotsunami]]></category>
		<category><![CDATA[pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[tsunamite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dithistoire.info/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[sejak kemunculannya di bumi serambi Mekah, fenomena alam tsunami hingga sekarang benar-benar menyita perhatian banyak orang. Munculnya  kepermukaan media hampir sama dengan bagaimana tsunami itu datang dari laut kedaratan, tiba-tiba dan tanpa peringatan. apa itu tsunami? kenapa bisa terjadi? apa bedanya dengan tsunamite?  dan kenapa bisa berlapis-lapis?
tsunami berasal dari kata jepang &#8220;tsu&#8221; yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_175" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami"><img class="size-full wp-image-175" title="Gambar Tsunami menurut Hokusai, seorang pelukis Jepang dari abad ke 19." src="http://dithistoire.info/wp-content/uploads/2009/05/180px-the_great_wave_off_kanagawa.jpg" alt="Gambar Tsunami menurut Hokusai, seorang pelukis Jepang dari abad ke 19." width="180" height="124" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Tsunami menurut Hokusai, seorang pelukis Jepang dari abad ke 19 (sumber :wikipedia).</p></div>
<p style="text-align: justify;">sejak kemunculannya di bumi serambi Mekah, fenomena alam tsunami hingga sekarang benar-benar menyita perhatian banyak orang. Munculnya  kepermukaan media hampir sama dengan bagaimana tsunami itu datang dari laut kedaratan, tiba-tiba dan tanpa peringatan. apa itu tsunami? kenapa bisa terjadi? apa bedanya dengan tsunamite?  dan kenapa bisa berlapis-lapis?</p>
<p style="text-align: justify;">tsunami berasal dari kata jepang &#8220;tsu&#8221; yang berarti pelabuhan  dan &#8220;nami&#8221; yang berarti gelombang besar . secara populer arti kata tsunami itu sendiri bermakna sebuah gelombang besar dipicu oleh kejadian gempa bumi bawah laut, longsoran maupun letusan gunung berapi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami">(sumber)</a> .sehingga gelombang pasang yang ditimbulkan berbeda dengan gelombang laut biasanya.Tsunami pada dasarnya adalah bencana ikutan, yaitu bencana yang terjadi karena dipicu oleh bencana lainnya. Yang paling sering memicu terjadinya tsunami adalah gempa bumi. Hanya gempa bumi yang terjadi di bawah permukaan laut dengan pusat gempa berada pada kedalaman kurang dari 30 km dan dengan skala 6,5 skala richter atau lebihlah yang dapat memicu terjadinya tsunami. Semua persyaratan itu terpenuhi dalam kasus gempa yang memicu tsunami di pantai selatan Jawa, senin 17 Juli 2006, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Tsunami Pangandaran  2006<a href="http://www.geotek.lipi.go.id/?p=26">(sumber)</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-173"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tsunami Pangandaran  2006 itu sendiri merupakan kejadian tsunami terakhir dari 2 tsunami sebelumnya yang pernah terdeteksi di Pangandaran. 2 kejadian tsunami sebelumnya merupakan hasil dari penelitian paleotsunami yang dilakukan oleh Tim Peneliti LIPI dalam mengidentifikasi lapisan tsunamite<a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1569&amp;Itemid=1221">(sumber)</a>. tsunamite adalah sebutan untuk material sedimen yang merupakan produk dari gelombang tsunami, sedangkan istilah paleotsunami berarti tsunami purba atau tsunami yang terjadi pada zaman dahulu <a href="http://www.geotek.lipi.go.id/index.php?s=paleotsunami">(sumber)</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan Pantai Pangandaran ternyata pernah diterjang tiga kali tsunami yang merusak dalam kurun waktu 400 tahun terakhir. Jejak tsunami yang kedua berupa sedimen pasir dan material dari laut pada kedalaman tertentu ditemukan di Desa Cikembulan di sebelah barat Pangandaran. Dari lapisan tanah saat ini pada kedalaman 15 cm hingga 20 cm ditemukan lapisan hitam yang terdiri dari pasir besi. sedangkan lapisan tsunamite yang ketiga ditemukan  pada kedalaman sekitar 2 meter. Lapisan ini terdiri dari pasir besi yang berasosiasi dengan lempung.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari lapisan stunamite yang ketiga,  menunjukkan lokasi ini pernah mengalami pengangkatan dan tsunami. Material lempung menunjukkan daerah tersebut dulunya, ratusan hingga ribuan tahun lalu, berupa laguna yang mengalami pengangkatan akibat proses geologis.Tentang tsunami yang tiga kali melanda Pangandaran di masa lalu itu, menurut dugaan <a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1569&amp;Itemid=1221">(sumber)</a>, terjadi sebelum tahun 1600-an, yakni sebelum masuknya Kolonial Belanda ke Indonesia. Untuk mengetahui tahun kejadian tsunami, sampel sedimen yang ditemukan tersebut akan dikirim ke laboratorium di Amerika Serikat. Dengan alat akselerator kandungan material radiokarbon dalam sedimen itu dapat diketahui usianya.Dengan mengetahui kejadian tsunami masa lalu, periode pengulangan kegempaan yang menimbulkan tsunami dapat diketahui. Dengan demikian prediksi akan terjadinya tsunami di masa datang dapat diketahui. dan itu penting!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa? karena sebuah kejadian tsunami besar merupakan perulangan lebih dari 400 ratus tahun silam. contohnya, penelitian paleotsunami di Meulaboh, Aceh dan Thailand selatan telah menghasilkan temuan yang mengejutkan bahwa &#8220;Giant Tsunami” seperti yang terjadi tahun 2004 pernah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu  <a href="http://geologi.ugm.ac.id/webnew/beritas/view/40">(sumber)</a>. Dan dari hasil penelitian itu, Insya Alloh para peneliti dapat memprediksi atau melakukan pendekatan-pendekatan ilmiah akan waktu-waktu kemungkinan terjadinya tsunami sehingga  kita dapat menekan jumlah korban jiwa dan kerugian sebelum tsunami tersebut terulang terjadi lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>ingin tahu lebih detail mengenai tsunami? baca aja langsung sumber-sumbernya yach!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dithistoire.info/geology-side/tsunamite-pangandaran-itu-berlapis-lapis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
