“TIMAH’”nya Laskar Pelangi.
Buat temen2 yang suka dengan novel laskar pelangi, pasti tau dong ama Pulau Bangka Belitung yang letaknya berada di barat Provinsi Sumatra Selatan. Dalam novel tersebut disebutkan bahwa terdapat sebuah badan usaha milik Negara yang bergerak dalam bidang pertambangan yang menjadi tulang punggung perekonomian bagi masyarakat sekitarnya, yaitu PT Tambang Timah (Persero). Konon aktivitas penambangan di pulau ini telah aktif sejak tahun 1709, namun proses penambangan dengan menggunakan peralatan lebih maju baru dimulai pada tahun 1909 dan dikuasai oleh pihak Belanda hingga tahun 1949, dimana pada tahun tersebut terjadi penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia. Walau sempat terjadi restrukturisasi perusahaan dalam PT Tambang Timah akibat merosotnya harga timah dunia pada tahun 1990, namun kegiatan pertambangan di Pulau Bangka Belitung diperkirakan akan tetap berjalan hingga 15 tahun kedepan, baik yang dioperasikan oleh PT Tambang Timah maupun oleh perusahaan tambang milik rakyat/perseorangan.
Apa itu Timah?
Timah (Tin) adalah sebuah unsur kimia yang memiliki simbol Sn (bahasa latine “stannum”) dan bernomor atom 50. Unsur ini dapat ditempa dan tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat. Timah biasa digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat, selain itu timah digunakan sebagai bahan baku baju anti api (kapan ya cheese boundary produksi baju macam ini ??), sampai dengan pembuatan stabiliser pcv, campuran tambalan gigi, kemasan kaleng hingga alat olahraga macam stik golf. Kaleng lapis timah lebih kuat dari kaleng aluminium, sehingga menjadi keunggulan sebagai bahan dasar produk kemasan makanan kaleng.
Timah diperoleh terutama dari endapan mineral kasiterit (SnO2) yang terbentuk sebagai oksida
dan memiliki mineral asosiasi berupa mozanit dan wolfranit. Mineral kasiterit sendiri biasanya terkandung dalam batuan granit, dimana dalam publikasi Zwiersycky (1920) menjelaskan bahwa Pulau Bangka memiliki kandungan litologi batuan granit dalam 2 generasi, generasi pertama adalah generasi granit tua yang tidak memiliki kandungan kasiterit dan terdapat didaerah yang relatif landai/rendah. Sedangkan generasi granit muda membawa kandungan kasiterit yang umumnya terdapat pada medan perbukitan tererosi.
Keberadaan Timah Di Pulau Bangka dan Belitung
Keadaan geomorfologi Pulau Bangka dan Belitung didominasi oleh dataran rendah yang merupakan endapan aluvial dan rawa. Dibeberapa lokasi, khususnya dibagian utara Pulau Bangka, terdapat perbukitan tererosi dengan litologi batuan penyusun berupa batuan beku garnit.
Granit di Bangka dan di Belitung oleh Hutchison (1989) dimasukkan ke dalam Jalur Timah berumur Permo-Trias sebagai hasil magmatisme yang berhubungan dengan subduksi dan post-collision. Secara Regional, Pulau Bangka sendiri terletak di jalur sabuk granit yang memanjang dari Yunan (China), menyambung melaui myanmar, Thailand, semenanjung Melayu sampai kekepulauan Indonesia, atau dalam publikasi Van Bemmelen (1949) disebutkan bahwa kedua Pulau tersebut berada di jalur Jurassic Granites Intrusions of the Malayan tin-belt. Tipe endapan timah yang terdapat pada sabuk tersebut dapat dibagi menjadi 5 buah tipe endapan kasiterit (SnO2), yaitu :
- Magmatic Dissemination,
- Pegmatic dan Apliet
- Cebakan Kontak Metamorf
- Cebakan Hidrotermal
- Endapan Sekunder.
Namun dalam publikasi Pak Awang (2009) menjelaskan bahwa tipe genesa batuan granit antara pulau Bangka dengan Pulau Belitung mempunyai perbedaan dalam ciri dan dimensinya, dimana tipe granit yang terdapat pada pulau Bangka merupakan granit tipe-S, sedangkan granit yang terbentuk di pulau Belitung merupakan granit tipe-I.
Granit tipe-S adalah granit yang dibentuk oleh partial melting batuan asal (protolith) yang mengandung batuan (meta) sedimen dalam jumlah signifikan. Prosesnya suka disebut anatexis atau ultra-metamorphism. mempunyai rasio K/Na tinggi, low Ca, tak mengandung magnetit, dan biotit berwarna coklat (menunjukkan low oxidation state). Sedangkan Granit tipe-I adalah granit yang dibentuk dari protolith yang berkomposisi batuan beku atau dari fraksionasi magma granitik atau granodioritik mempunyai rasio K/Na rendah, high Ca, mengandung magnetit, biotit berwarna hijau atau kehijauan. (Kanen, 2001 & Tulloch et al., 2001).










mantab gaann…. inilah bukti bahwa mas yudith udah tekun kuliah dan rajin dengerin dosen, haha…
@ditter
akur gan,,,..
@ditter
hehehe… kuliah seh iya.. tp klo dengerin kayaknya ngga deh… hehehe
Mas udit tar kalo balik ke balikpapan mau jadi pengusaha tambang apa???
@gigina
hm… mw buka tambang udang aja kali ya… wakakak biar bisa dimakan
TQYAW ….
WaWh iNDoNeSIA KayA YaW . . . .