<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dithistoire.info &#187; Geology side</title>
	<atom:link href="http://dithistoire.info/category/geology-side/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dithistoire.info</link>
	<description>tempat berbagi dan bercerita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Sep 2009 13:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>“TIMAH&#8217;&#8221;nya Laskar Pelangi.</title>
		<link>http://dithistoire.info/geology-side/%e2%80%9ctimah%e2%80%9dnya-laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://dithistoire.info/geology-side/%e2%80%9ctimah%e2%80%9dnya-laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 19:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geology side]]></category>
		<category><![CDATA[bangka belitung]]></category>
		<category><![CDATA[Jurassic Granites Intrusions]]></category>
		<category><![CDATA[Malayan tin-belt]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk timah]]></category>
		<category><![CDATA[timah]]></category>
		<category><![CDATA[timah bangka belitung]]></category>
		<category><![CDATA[tipe genesa granit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dithistoire.info/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[

Buat temen2 yang suka dengan novel laskar pelangi,  pasti tau dong ama Pulau Bangka Belitung yang letaknya berada di barat Provinsi Sumatra Selatan. Dalam novel tersebut disebutkan bahwa terdapat sebuah badan usaha milik Negara yang bergerak dalam bidang pertambangan yang menjadi tulang punggung perekonomian bagi masyarakat sekitarnya, yaitu PT Tambang Timah (Persero).  Konon aktivitas penambangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 264px"><a href="http://timah.com/images/stories/easygallery/page%2011.jpg" rel="shadowbox[post-468];player=img;"><img class="       " title="buat main kelereng.. hehehehe..." src="http://timah.com/images/stories/easygallery/page%2011.jpg" alt="buat main kelereng.. hehehehe..." width="254" height="170" /></a><p class="wp-caption-text">buat main kelereng.. hehehehe...</p></div>
<p style="text-align: justify;">Buat temen2 yang suka dengan novel laskar pelangi,  pasti tau dong ama Pulau Bangka Belitung yang letaknya berada di barat Provinsi Sumatra Selatan. Dalam novel tersebut disebutkan bahwa terdapat sebuah badan usaha milik Negara yang bergerak dalam bidang pertambangan yang menjadi tulang punggung perekonomian bagi masyarakat sekitarnya, yaitu <a href="http://timah.com">PT Tambang Timah</a> (Persero).  Konon aktivitas penambangan di pulau ini telah aktif sejak tahun 1709, namun proses penambangan dengan menggunakan peralatan lebih maju baru dimulai pada tahun 1909 dan dikuasai oleh pihak Belanda hingga tahun 1949, dimana pada tahun tersebut terjadi penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia. Walau sempat terjadi restrukturisasi perusahaan dalam PT Tambang Timah akibat merosotnya harga timah dunia pada tahun 1990, namun kegiatan pertambangan di Pulau Bangka Belitung diperkirakan akan tetap berjalan hingga 15 tahun kedepan, baik yang dioperasikan oleh PT Tambang Timah maupun oleh perusahaan tambang milik rakyat/perseorangan.<span id="more-468"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<h4><span style="color: #000000;">Apa itu Timah?</span></h4>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 262px"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cb/Sn%2C50.jpg" rel="shadowbox[post-468];player=img;"><img class="   " title="abu-abu, keperakan, mengkilap" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cb/Sn%2C50.jpg" alt="abu-abu, keperakan, mengkilap" width="252" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">abu-abu, keperakan, mengkilap</p></div>
<p style="text-align: justify;">Timah (<em>Tin</em>) adalah sebuah unsur kimia yang memiliki simbol <strong>Sn</strong> (bahasa latine “<em>stannum”</em>) dan  bernomor atom 50. Unsur ini dapat ditempa  dan tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat. Timah biasa digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat, selain itu timah digunakan sebagai bahan baku baju anti api (kapan ya <a href="http://cheeseboundary.com">cheese boundary</a> produksi baju macam ini ??), sampai dengan pembuatan stabiliser pcv, campuran tambalan gigi, kemasan kaleng hingga alat olahraga macam stik golf. Kaleng lapis timah lebih kuat dari kaleng aluminium, sehingga menjadi keunggulan sebagai bahan dasar  produk kemasan makanan kaleng.</p>
<p style="text-align: justify;">Timah diperoleh terutama dari endapan mineral kasiterit (SnO<sub>2</sub>) yang terbentuk sebagai oksida  <img src='http://dithistoire.info/wp-content/plugins/smilies-themer/crazy_rabbit/cz46.gif' alt=':molor:' class='wp-smiley' />  dan memiliki mineral asosiasi berupa mozanit dan wolfranit. Mineral kasiterit sendiri biasanya terkandung dalam batuan granit, dimana dalam publikasi Zwiersycky (1920) menjelaskan bahwa Pulau Bangka memiliki kandungan litologi batuan granit dalam 2 generasi, generasi pertama adalah generasi granit tua yang tidak memiliki kandungan kasiterit dan terdapat didaerah yang relatif landai/rendah. Sedangkan generasi granit muda membawa kandungan kasiterit yang umumnya terdapat pada medan perbukitan tererosi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h4><span style="color: #000000;">Keberadaan Timah Di Pulau Bangka dan Belitung  <img src='http://dithistoire.info/wp-content/plugins/smilies-themer/crazy_rabbit/cz34.gif' alt=':malez:' class='wp-smiley' /> <br />
</span></h4>
<p style="text-align: justify;">Keadaan geomorfologi Pulau Bangka dan Belitung didominasi oleh dataran rendah yang merupakan endapan aluvial dan rawa. Dibeberapa lokasi, khususnya dibagian utara Pulau Bangka, terdapat perbukitan tererosi dengan litologi batuan penyusun berupa batuan beku garnit.</p>
<p style="text-align: justify;">Granit di Bangka dan di Belitung oleh Hutchison (1989) dimasukkan ke dalam Jalur Timah berumur Permo-Trias sebagai hasil magmatisme yang berhubungan dengan subduksi dan <em>post-collision</em>. Secara Regional, Pulau Bangka sendiri terletak di jalur sabuk granit yang memanjang dari Yunan (China), menyambung melaui myanmar, Thailand, semenanjung Melayu sampai kekepulauan Indonesia, atau dalam publikasi Van Bemmelen (1949) disebutkan bahwa kedua Pulau tersebut berada di jalur <em>Jurassic Granites Intrusions of the Malayan tin-belt</em>. Tipe endapan timah yang terdapat pada sabuk tersebut dapat dibagi menjadi 5 buah tipe endapan kasiterit (SnO<sub>2</sub>), yaitu :</p>
<ol>
<li><em>Magmatic Dissemination</em>,</li>
<li><em>Pegmatic</em> dan <em>Apliet</em></li>
<li>Cebakan Kontak Metamorf</li>
<li>Cebakan Hidrotermal</li>
<li>Endapan Sekunder.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 454px"><a href="http://timah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=28&amp;Itemid=38"><img class="   " title="jalur lintasan sabuk timah Asia Tenggara dan lokasi Pulau Bangka Belitung" src="http://timah.com/images/stories/wilayah.jpg" alt="jalur lintasan sabuk timah Asia Tenggara dan lokasi Pulau Bangka Belitung" width="444" height="373" /></a><p class="wp-caption-text">jalur lintasan sabuk timah Asia Tenggara (Malayan tin-belt)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Namun dalam publikasi <a href="http://www.geounpad.ac.id/09/aug/2009/granit-bangka-belitung-dan-suture-terranes">Pak Awang</a> (2009) menjelaskan bahwa tipe genesa batuan granit antara pulau Bangka dengan Pulau Belitung mempunyai perbedaan dalam ciri dan dimensinya, dimana tipe granit yang terdapat pada pulau Bangka merupakan granit tipe-S, sedangkan granit yang terbentuk di pulau Belitung merupakan granit tipe-I.</p>
<p style="text-align: justify;">Granit tipe-S adalah granit yang dibentuk oleh partial melting batuan asal (protolith) yang mengandung batuan (meta) sedimen dalam jumlah signifikan. Prosesnya suka disebut anatexis atau <em>ultra-metamorphism</em>. mempunyai rasio K/Na tinggi, <em>low</em> Ca, tak mengandung magnetit, dan biotit berwarna coklat (menunjukkan <em>low oxidation state</em>). Sedangkan Granit tipe-I adalah granit yang dibentuk dari protolith yang berkomposisi batuan beku atau dari fraksionasi magma granitik atau granodioritik mempunyai rasio K/Na rendah, <em>high</em> Ca, mengandung magnetit, biotit berwarna hijau atau kehijauan. (Kanen, 2001 &amp; Tulloch et al., 2001).</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dithistoire.info/geology-side/%e2%80%9ctimah%e2%80%9dnya-laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tsunamite Pangandaran itu&#8230;Berlapis-lapis!!</title>
		<link>http://dithistoire.info/geology-side/tsunamite-pangandaran-itu-berlapis-lapis/</link>
		<comments>http://dithistoire.info/geology-side/tsunamite-pangandaran-itu-berlapis-lapis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 06:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geology side]]></category>
		<category><![CDATA[2006]]></category>
		<category><![CDATA[paleotsunami]]></category>
		<category><![CDATA[pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[tsunamite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dithistoire.info/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[sejak kemunculannya di bumi serambi Mekah, fenomena alam tsunami hingga sekarang benar-benar menyita perhatian banyak orang. Munculnya  kepermukaan media hampir sama dengan bagaimana tsunami itu datang dari laut kedaratan, tiba-tiba dan tanpa peringatan. apa itu tsunami? kenapa bisa terjadi? apa bedanya dengan tsunamite?  dan kenapa bisa berlapis-lapis?
tsunami berasal dari kata jepang &#8220;tsu&#8221; yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_175" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami"><img class="size-full wp-image-175" title="Gambar Tsunami menurut Hokusai, seorang pelukis Jepang dari abad ke 19." src="http://dithistoire.info/wp-content/uploads/2009/05/180px-the_great_wave_off_kanagawa.jpg" alt="Gambar Tsunami menurut Hokusai, seorang pelukis Jepang dari abad ke 19." width="180" height="124" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Tsunami menurut Hokusai, seorang pelukis Jepang dari abad ke 19 (sumber :wikipedia).</p></div>
<p style="text-align: justify;">sejak kemunculannya di bumi serambi Mekah, fenomena alam tsunami hingga sekarang benar-benar menyita perhatian banyak orang. Munculnya  kepermukaan media hampir sama dengan bagaimana tsunami itu datang dari laut kedaratan, tiba-tiba dan tanpa peringatan. apa itu tsunami? kenapa bisa terjadi? apa bedanya dengan tsunamite?  dan kenapa bisa berlapis-lapis?</p>
<p style="text-align: justify;">tsunami berasal dari kata jepang &#8220;tsu&#8221; yang berarti pelabuhan  dan &#8220;nami&#8221; yang berarti gelombang besar . secara populer arti kata tsunami itu sendiri bermakna sebuah gelombang besar dipicu oleh kejadian gempa bumi bawah laut, longsoran maupun letusan gunung berapi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami">(sumber)</a> .sehingga gelombang pasang yang ditimbulkan berbeda dengan gelombang laut biasanya.Tsunami pada dasarnya adalah bencana ikutan, yaitu bencana yang terjadi karena dipicu oleh bencana lainnya. Yang paling sering memicu terjadinya tsunami adalah gempa bumi. Hanya gempa bumi yang terjadi di bawah permukaan laut dengan pusat gempa berada pada kedalaman kurang dari 30 km dan dengan skala 6,5 skala richter atau lebihlah yang dapat memicu terjadinya tsunami. Semua persyaratan itu terpenuhi dalam kasus gempa yang memicu tsunami di pantai selatan Jawa, senin 17 Juli 2006, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Tsunami Pangandaran  2006<a href="http://www.geotek.lipi.go.id/?p=26">(sumber)</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-173"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tsunami Pangandaran  2006 itu sendiri merupakan kejadian tsunami terakhir dari 2 tsunami sebelumnya yang pernah terdeteksi di Pangandaran. 2 kejadian tsunami sebelumnya merupakan hasil dari penelitian paleotsunami yang dilakukan oleh Tim Peneliti LIPI dalam mengidentifikasi lapisan tsunamite<a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1569&amp;Itemid=1221">(sumber)</a>. tsunamite adalah sebutan untuk material sedimen yang merupakan produk dari gelombang tsunami, sedangkan istilah paleotsunami berarti tsunami purba atau tsunami yang terjadi pada zaman dahulu <a href="http://www.geotek.lipi.go.id/index.php?s=paleotsunami">(sumber)</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan Pantai Pangandaran ternyata pernah diterjang tiga kali tsunami yang merusak dalam kurun waktu 400 tahun terakhir. Jejak tsunami yang kedua berupa sedimen pasir dan material dari laut pada kedalaman tertentu ditemukan di Desa Cikembulan di sebelah barat Pangandaran. Dari lapisan tanah saat ini pada kedalaman 15 cm hingga 20 cm ditemukan lapisan hitam yang terdiri dari pasir besi. sedangkan lapisan tsunamite yang ketiga ditemukan  pada kedalaman sekitar 2 meter. Lapisan ini terdiri dari pasir besi yang berasosiasi dengan lempung.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari lapisan stunamite yang ketiga,  menunjukkan lokasi ini pernah mengalami pengangkatan dan tsunami. Material lempung menunjukkan daerah tersebut dulunya, ratusan hingga ribuan tahun lalu, berupa laguna yang mengalami pengangkatan akibat proses geologis.Tentang tsunami yang tiga kali melanda Pangandaran di masa lalu itu, menurut dugaan <a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1569&amp;Itemid=1221">(sumber)</a>, terjadi sebelum tahun 1600-an, yakni sebelum masuknya Kolonial Belanda ke Indonesia. Untuk mengetahui tahun kejadian tsunami, sampel sedimen yang ditemukan tersebut akan dikirim ke laboratorium di Amerika Serikat. Dengan alat akselerator kandungan material radiokarbon dalam sedimen itu dapat diketahui usianya.Dengan mengetahui kejadian tsunami masa lalu, periode pengulangan kegempaan yang menimbulkan tsunami dapat diketahui. Dengan demikian prediksi akan terjadinya tsunami di masa datang dapat diketahui. dan itu penting!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa? karena sebuah kejadian tsunami besar merupakan perulangan lebih dari 400 ratus tahun silam. contohnya, penelitian paleotsunami di Meulaboh, Aceh dan Thailand selatan telah menghasilkan temuan yang mengejutkan bahwa &#8220;Giant Tsunami” seperti yang terjadi tahun 2004 pernah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu  <a href="http://geologi.ugm.ac.id/webnew/beritas/view/40">(sumber)</a>. Dan dari hasil penelitian itu, Insya Alloh para peneliti dapat memprediksi atau melakukan pendekatan-pendekatan ilmiah akan waktu-waktu kemungkinan terjadinya tsunami sehingga  kita dapat menekan jumlah korban jiwa dan kerugian sebelum tsunami tersebut terulang terjadi lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>ingin tahu lebih detail mengenai tsunami? baca aja langsung sumber-sumbernya yach!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dithistoire.info/geology-side/tsunamite-pangandaran-itu-berlapis-lapis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
